Privacy Policy

Neutron App Dev built the Video Lucu app as an Ad Supported app. This SERVICE is provided by Neutron App Dev at no cost and is intended for use as is.

This page is used to inform visitors regarding our policies with the collection, use, and disclosure of Personal Information if anyone decided to use our Service.

If you choose to use our Service, then you agree to the collection and use of information in relation to this policy. The Personal Information that we collect is used for providing and improving the Service. We will not use or share your information with anyone except as described in this Privacy Policy.

The terms used in this Privacy Policy have the same meanings as in our Terms and Conditions, which is accessible at Video Lucu unless otherwise defined in this Privacy Policy.

Information Collection and Use

For a better experience, while using our Service, we may require you to provide us with certain personally identifiable information. The information that we request will be retained by us and used as described in this privacy policy.

The app does use third party services that may collect information used to identify you.

Link to privacy policy of third party service providers used by the app

Log Data

We want to inform you that whenever you use our Service, in a case of an error in the app we collect data and information (through third party products) on your phone called Log Data. This Log Data may include information such as your device Internet Protocol (“IP”) address, device name, operating system version, the configuration of the app when utilizing our Service, the time and date of your use of the Service, and other statistics.

Cookies

Cookies are files with a small amount of data that are commonly used as anonymous unique identifiers. These are sent to your browser from the websites that you visit and are stored on your device’s internal memory.

This Service does not use these “cookies” explicitly. However, the app may use third party code and libraries that use “cookies” to collect information and improve their services. You have the option to either accept or refuse these cookies and know when a cookie is being sent to your device. If you choose to refuse our cookies, you may not be able to use some portions of this Service.

Service Providers

We may employ third-party companies and individuals due to the following reasons:

  • To facilitate our Service;
  • To provide the Service on our behalf;
  • To perform Service-related services; or
  • To assist us in analyzing how our Service is used.

We want to inform users of this Service that these third parties have access to your Personal Information. The reason is to perform the tasks assigned to them on our behalf. However, they are obligated not to disclose or use the information for any other purpose.

Security

We value your trust in providing us your Personal Information, thus we are striving to use commercially acceptable means of protecting it. But remember that no method of transmission over the internet, or method of electronic storage is 100% secure and reliable, and we cannot guarantee its absolute security.

Links to Other Sites

This Service may contain links to other sites. If you click on a third-party link, you will be directed to that site. Note that these external sites are not operated by us. Therefore, we strongly advise you to review the Privacy Policy of these websites. We have no control over and assume no responsibility for the content, privacy policies, or practices of any third-party sites or services.

Children’s Privacy

These Services do not address anyone under the age of 13. We do not knowingly collect personally identifiable information from children under 13. In the case we discover that a child under 13 has provided us with personal information, we immediately delete this from our servers. If you are a parent or guardian and you are aware that your child has provided us with personal information, please contact us so that we will be able to do necessary actions.

Changes to This Privacy Policy

We may update our Privacy Policy from time to time. Thus, you are advised to review this page periodically for any changes. We will notify you of any changes by posting the new Privacy Policy on this page. These changes are effective immediately after they are posted on this page.

Contact Us

If you have any questions or suggestions about our Privacy Policy, do not hesitate to contact us.

Di zaman yang seamakin modern ini banyak perkembangan teknologi yang membutuhkan perhatian. Sekarang banyak ditemui peralatan teknologi yang tidak digunakan sesuai dengan semestinya. Jika dulunya anak kecil lebih banyak bermain dengan permainan tradisional, anak kecil zaman sekarang lebih terfokus pada pemakaian gadget semata. Banyak anak muda sekarang, bahkan balita, yang memanfaatkan kecanggihan smartphone dan internet sebagai barang yang tidak bermanfaat. Bahkan banyak balita yang kecanduan menonton youtube. Dengan demikian perlu adanya aplikasi edukasi untuk segala umur agar smartphone bukan hanya media hiburan tetapi juga media pembelajara.

Aplikasi PAKET PINTAR merupakan aplikasi yang berisi konten pembelajaran untuk pelajar Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan materi belajar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Selain itu materi CPNS juga dapat digunakan sebagai bahan belajar Tes Kompetensi Dasar (TKD) untuk seleksi Sekolah kedinasan seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN),  Sekolah Tinggi Ilmu Statistika (STIS), dan lain-lain.

Pada awal aplikasi ini tersedia menu untuk masuk (apabila sudah mendaftar) dengan menggunakan nomor handphone (HP) dan password. Sedangkan apabila belum maka dapat melakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan menggunakan nomor HP, nama lengkap dan password. Data diri harus diisi dengan sebenarnya untuk dapat mendapatkan SMS yang berisi voucher untuk dapat ditukarkan dengan koin untuk mendownload tugas dan materi.

Dalam aplikasi ini terdapat 3 pilihan konten yaitu konten belajar, konten tugas dan latihan soal. Konten belajar saat ini belum tersedia. Untuk konten tugas merupakan menu yang didalamnya terdapat tugas dan materi pembelaran dengan format pdf, docx dan ppt. konten tugas dapat di download dan disimpan pada smartphone.

 

Pada menu Latihan soal terdapat latihan soal untuk pelajar SD, SMP, SMA, CPNS dan seleksi sekolah kedinasan. Pada latihan soal terdapat waktu latihan, nilai, soal, jawabawan beserta pilihan jawaban yang benar. Sehingga pengguna tidak kesusahan mencari jawaban yang benar.

\

Cara menginstall aplikasi ini adalah sebagai berikut :

  • Buka Google Play Store
  • Ketik “Paket Pintar” di kolom pencarian kemudian enter
  • Pilih Aplikasi teratas dengan logo merah
  • Pilih Install
  • Kemudian pilih “accept”

Untuk lebih jelasnya bisa lihat gambar berikut :

Semoga saja aplikasi ini dapat berguna bagi banyak orang. Mohon bantuan dari pembaca sekalian untuk menyebarluaskan aplikasi gratis ini kepada pihak yang membutuhkan.

ANDA DAPAT MENDOWNLOAD APLIKASI EDUKASI “PAKET PINTAR” BERBASIS ANDROID MELALUI LINK INI

PAKET PINTAR

Kebanyakan orang pada umumnya menginstal aplikasi android dari Google Play Store, tahukah kamu bahwa kita bisa menginstall aplikasi dari suatu website dengan bantuan browser dan file Manager. Hal ini saya beritahukan bukan berarti saya tidak mendukung aplikasi yang ada di Play Store, akan tetapi karena saya ingin membantu para pembaca agar lebih mudah menggunakan androidnya. Bahkan ketika menginstall aplikasi bukan dari Play Store berarti kita bisa mengistall aplikasi dengan cara bertukar aplikasi dengan teman melalui File Sharing seperti halnya Bluetooth atau wifi. Berikut ini merupakan merupakan cara menginstall Aplikasi dari luar Play Store :

  1. Buka pengaturan

2. Buka Security (Keamanan)

 

3. Pastikan Unknown Sources (Instal dari sumber tidak dikenal) tercentang atau aktif

4. Buka Browser

5. Menuju ke website www.freenesia.com

6. Pilih Menu pada pojok kanan atas

7. Pilih Aplikasi

8. Pilih Judul aplikasi yang ingin di install

9. Pilih “Download”

10. Tunggu sampai proses download selesai

11. Buka File Manager

12. Cari dan masuk ke folder Download

13. Cari file apk yang ingin di install

14. Klik install

15. Tunggu sampai proses selesai

16. Apabila ada notifikasi tentang Google Play Protect pilih “Install Anyway”

17. Selesai

Sekarang aplikasi yang anda install dapat anda buka dan mainkan.

Di tahun 2018 semua pekerjaan hampir didominasi dengan penggunaan teknologi. Bahkan dari hal yang umumnya dilakukan dengan cara konvensional sekarang dapat dilakukan lebih mudah dan praktis dengan bantuan teknologi. Hal inilah yang mendorong masyarakat untuk sesegera mungkin sadar akan pentingnya teknologi. Kekurangpahaman terhadap teknologi dapat menghambat seseorang mengikuti perkembangan zaman yang serba digital ini.

Dari berbagai kasus yang telah banyak saya temui pada dasarnya masyarakat Indonesia bukan “GAPTEK” melainkan “MALTEK”. Kenapa saya sebut demikian, “GAPTEK” merupakan istilah yang digunakan untuk seseorang dengan kemampuan pemahaman teknologi yang kurang dengan bahasa yang kasar dan tafsir yang cenderung bersifat permanen atau bawaan dari lahir. Setahu saya “GAPTEK” adalah singkatan dari Gagap Teknologi. Gagap lebih cenderung pada kelainan dari lahir dan bersifat permanen. Menurut saya  istilah tersebut kurang tepat, dan yang tepat adalah “MALTEK” yang merupakan singkatan dari Malas Tekonologi. Masyarakat Indonesia secara keseluruhan sebenarnya memiliki potensi yang sama dan kemampuan yang sama untuk memahami sesuatu. Akan tetapi yang menjadi pembeda adalah tekad dan kemampuan dari masing individu yang belum terbentuk. Saya sendiri sering mendengar keluhan dari lingkungan saya seperti halnya tidak mampu memperbaiki laptop ataupun yang lainya. Padahal cara-cara memperbaiki laptop sesuai dengan keluhan dapat di cari di Google. Padahal semuanya ada di Google, jadi kenapa masih membutuhkan orang lain. Ada yang berfikiran kan ada ahlinya, padahal kenyataanya seseorang yang dimintai tolong adalah orang yang memiliki latar belakang yang sama dengan yang meminta tolong. Hal ini ibaratkan sama-sama gelas yang mampu menampung air tetapi gelas satunya tidak mau menampung air dan dilimpahkan ke gelas yang lainnya. Pemikiran yang seperti inilah yang harus dihilangkan. Jika kita bisa dengan sendirinya kenapa harus merepotkan orang lain. Sekarang ini sudah sangat benyak ditemui penyelesaian masalah dari Google, Youtube dan masih banyak yang lainnya.

Dengan demikian pemikiran pemalas dan ingin enaknya saja harus dihindarkan agar mampu menciptakan lingkungan yang mandiri. Seseorang tidak akan berkembang jika harus bergantung kepada orang lain terhadap semua hal. Mencoba mandiri lebih baik daripada terus-menerus menyusahkan orang lain.

Bagaimana Indonesia bisa maju?

 

Sudah menginjak 73 Tahun Indonesia, bagaimanakah kondisi Indonesia saat ini?. Mungkin banyak yang berfikir ke arah yang positif bahwa Indonesia saat ini sudah sangat membanggakan. Hal ini tidak mungkin disalahkan karena memang perspektif seseorang berbeda-beda. Tergantung bagaimana cara pandang dan lingkungan masing-masing. Mungkin orang berfikir bahwa Indonesia sangat maju karena yang bersangkutan tinggal di daerah perkotaan. Tetapi ada juga yang berfikir bahwa Indonesia sama sekali belum maju karena tinggal di daerah terpencil. jadi siapa yang perlu disalahkan?. Jawabanya tidak ada yang bisa disalahkan. Karena memang Indonesia merupakan tanggung jawab kita bersama. Jika ada yang bingung kenapa kesenjangan kehidupan di Indonesia sangat tinggi. Ya, karena Indonesia sangatlah luas, banyaknya budaya dan terbatasnya Sumber Daya Manusia. Ketika terjadi kesenjangan dan anda menyalahkan seseorang, maka timbul pertanyaan, “Kenapa anda tidak mengubahnya sendiri?”

Mulailah dari diri sendiri. Jika kita terus saja melihat seseorang maka kita tidak akan sadar bahwa kitalah yang selama ini lemah. Jika kita terus menkritik orang lain maka kapan kita akan menjadi lebih baik. Maka dari itu kenapa kita tidak mencoba menjadi “Agen Of Change”. Indonesia saat ini membutuhkan pihak yang mampu memberikan inovasi-inovasi penunjang kehidupan. Masyarakat masih berfikir bahwa bekerja adalah menjadi karyawan, buruh dan lain sebagainya. Pemikiran bekerja lebih kepada cara berfikir untuk mendapatkan uang bukan menghasilkan suatu hasil. Sehingga dari pemikiran itu banyak tumbuh Industri Asing yang karyawanya didominasi dari amsyarakat. Tentu saja hal ini tidaklah salah, akan tetapi bagaimana negara ini bisa maju jika hal seperti ini terus saja terjadi. Indonesia hanya akan menjadi pekerja bukan pemimpin. Kita membutuhkan seseorang yang internal yang mampu menciptakan sebuah lapangan pekerjaan bukan menjadi pekerja kasar. Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi Chairul Tanjung, William Tanuwijaya, Nadiem Makarim, Achmad Zacky, dan masih banyak yang lainnya. Dengan begitu maka akan timbul pemimpin-pemimpin para penggerak roda kehidupan.

Pemikiran masyarakat sekarang masih berfikir bahwa “kita hidup ya hidup saja”, memang tidak dapat disalahkan, akan tetapi alangkah bagusnya ketika kita mempunya pemikiran bahwa ” saya hidup agar berguna bagi orang banyak”. Tanpa kita sadari bahwa di Indonesia saat ini terjadi kesenjangan yang sangat tinggi, ada yang mendapatkan uang dengan mudah, dan disisi lain ada yang mendapatkan uang dengan sangat susah. Hal seperti inilah yang diharapkan mampu berkurang. Caranya adalah dengan memperkenalkan sumber kehidupan yang lebih baik. Hal ini mungkin sederhana akan tetapi mungkin sangat bermanfaat bagi orang yang sedang membutuhkan.

Pandangan para pembaca mungkin saya adalah orang yang “sok”. Saya bukanlah orang yang seperti, saya hanya mencoba berkarya dengan cara sharing kepada para pembaca apa yang saya ketahui. Bukan berarti saya pintar ataupun lebih daripada pembaca, karena saya hanyalah orang bisa dan bahkan mungkin lebih “rendah” dari pada pembaca sekalian. Untuk lritik, saran dan lain sebagainya dapat disampaikan dengan cara mengirimkan email ke gustysetyono@gmail.com

Sekitar 1,5 setengah tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2016-an saya memutuskan untuk membuat akun developer di Google Play. Google Play developer merupakan salah satu media bagi developer app android untuk menyalurkan aplikasinya agar mampu tampil di Google Play Store. Jalan ini saya pilih karena menurut saya merupakan solusi agar aplikasi saya banyak peminatnya. Pada awalanya aplikasi yang saya buat hanya untuk saya bagikan melalui media lain bukan Google Play Store.

Seiring dengan berjalanya waktu, saya terus mengupload aplikasi yang sebagian besar tentang edukasi. Pada awalnya saya membuat soal untuk Anak Sekolah Dasar dan SMP. Hingga Agustus 2018 saya telah mengupload sekitar 15 Aplikasi edukasi. Pada saat itu saya juga sudah membuat aplikasi untuk tes CPNS. Dari awal saya membuka akun sampai sekarang saya tidak pernah mendapatkan peringatan pelanggaran. Ketika beberapa aplikasi saya sudah saya upload ke Google Play Store yang saya sadari adalah semua aplikasi saya dibawah kontrol dari Google. Ketika konten yang ditayangkan tidak sesuai maka Google dapat tidak menayangkan iklan dalam aplikasi saya. Hal ini sebenarnya positif untuk melindungi “user”, akan tetapi alangkah baiknya apabila diberikan notifikasi kepada developer.

Pada tanggal 15 Agustus 2018 saya mengupload game pertama yang saya buat dengan Unity. Hingga sertifikasi IARC keluar. Saya tidak begitu melihat emailnya pada waktu itu, karena saya pikir game tersebut tidak bermasalah. Hingga pada tanggal 16 Agustus 2018 saya mendapat email sebagai berikut :


This is a notification that your Google Play Publisher account has been terminated.

REASON FOR TERMINATION: Prior violations of the Developer Program Policies and Developer Distribution Agreement by this or associated accounts as outlined in previous emails sent to the registered email address(es) of the Publisher account(s).

Google Play Publisher suspensions are associated with developers, and may span multiple account registrations and related Google services.

You can visit the Developer Policy Center to better understand how we enforce Developer Program Policies. If you’ve reviewed the policy and feel this termination may have been in error, please reach out to our policy support team.

Do not attempt to register a new developer account. We will not be restoring your account at this time.

The Google Play Team


Pada saat itu saya tidak begitu sadar bahwa itu adalah email pemberhentian akun saya. Pada tanggal 17 Agustus 2018 saya mencoba membuka akun developer saya dan ternyata sudah tidak bisa diakses lagi. Hal ini membuat saya mengamati email yang masuk, dan teryata email tersebut berisi tentang pernyataan bahwa aakun saya telah dihentikan. Dari pengamatan pribadi dengan kemampuan bahasa inggris yang tidak terlalu bagus saya menyimpulkan bahwa akun saya dihentikan karena melanggar Peraturan dari Google sessuai dengan “Email notifikasi yang telah dikirimkan sebelumnya” ke akun email. Padahal kenyataanya saya tidak pernah mendapatkan notifikasi pelanggaran dari Google sebelumnya. Selain itu dari email tersebut menyatakan bahwa akun developer saya terkain pelanggaran pendaftaran ganda, padahal saya belum pernah membuat akun developer sebelunya, saya saja untuk mengeluarkan uang 25$ saya berfikir panjang, karena memang kondisi ekonomi pribadi saya pada saat itu. Dari situ saya sadar betapa ketatnya peraturan Google Play Developer. Mulai dari situ semua aplikasi yang saya miliki di Google Play Store hilang tanpa jejak. Padahal review dari “user” aplikasi saya rata-rata 4 bintang. Saya sudah membangun kumpulan aplikasi yang saya harapkan berguna dengan banyak testimoni baik dan pada akhirnya dihapuskan semuanya. Hal ini ibaratkan anda membangun sebuah rumah selama puluhan tahun dan setelah rumah tersebut jadi, rumah anda dihancurkan oleh seseorang tanpa ada pemberitahuan dan anda sekarang tidak memiliki apa-apa. Saat ini saya sedang melakukan proses banding, dengan hasil banding pertama masih nihil dan menunggu hasil banding selanjutnya.

Postingan ini bukan merupakan postingan untuk merendahkan pihak satu ataupun yang lainya. Akan tetapi sebagai media belajar pengembangan diri agar tidak terjadi hal seperti diatas. Sekaligus sebagai cara saya menyampaikan ke Google bahwa kondisi saya seperti ini.

Mungkin banyak yang berfikir bahwa kenapa harus membuat aplikasi android ? kenapa tidak web delepment atau video content?. Itu merupakan jawaban yang lumrah terjadi mengingat sekarang ini sedang marak-maraknya konten youtube daripada app development. Tidak jarang juga banyak kita temui web development yang terus bermunculan dengan karakteristik unik sehingga banyak pengunjungnya. Jadi disini saya akan mencoba menjelaskan kenapa saya membuat aplikasi android?

Hal utama yang menjadi alasan saya membuat aplikasi android adalah copyright of content. Mungkin ada sebagian yang belum tau apa yang saya maksud dengen “copyright of content (selanjutnya disebut COC)”. COC adalah hak dari sebuah pencipta atas konten yang telah diciptakanya. Misalnya saja seorang creator video di youtube yang membuat video unik dan mengesankan, penikmat video tersebut dapat dengan mudah mendownload dari youtube video tersebut tanpa izin dan creator tidak tahu bagaimana videonya digunakan serta tidak ada penghargaan setelah hal itu terjadi. Belum cukup sampai disitu, video tersebut dapat diedit penciptanya dan banyak yang beranggapan bahwa video tersebut merupakan orisinalitas dari pendownload. Lain halnya dengan Android App yang menggunakan sistem yang rumit sehingga sekalipun aplikasi tersebut di download file .apk nya, tidak dapat diubah isi dari file tersebut sehingga hak cipta dari sebuah aplikasi dapat terjaga. Kemudian kenapa tidak membuat web content?

Web content merupakan cara paling mudah seseorang untuk membuat sebuah tulisan, gambar maupun mengekspresikan karyanya di internet. Akan tetapi sadarkah kalian di dunia ini ada ribuan orang yang bahkan dapat dengan mudah melakukan copy paste terhadap tulisan kalian?. Bahkan ketika terdapat 2 situs yang menampilkan konten yang sama, kita tidak tau mana yang sebenarnya asli. Mana yang sebenarnya author dari tulisan tersebut. Kita yang punya pikiran tetapi ternyata digunakan oleh orang lain tanpa izin dan bahkan mungkin ada yang mengaku tulisanya tersebut orisinil. Jadi mengapa kita tidak menjaga kreativitas kita seaman mungkin dan jangan sampai produk kita dipakai oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Semoga tulisan saya ini bermanfaat bagi kita semua. Jangan sampai kita terjerumus kepada internet yang tidak sehat. Tentu saja harapan kita di lingkungan ini kita bisa saling bekerja sama untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik lagi. Hargailah tulisan orang lain, jangan sampai menjadi orang tidak berguna yang selalu menyusahkan.

Jika ditanya modal pasti semuanya tergantung bagaimana kita mampu memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Besar kecilnya modal fisik tidak akan berpengaruh besar kepada hasilnya, tapi modal tekad adalah yang utama. Modal kecil dengan tekad yang bsar akan lebih baik daripada modal besar tanpa tekad. Jujur modal fisik yang saya keluarkan hanyalah 25$, karena memang semuanya hanya tergantung kesungguhan saya dalam membuat kesempatan menjadi keberhasilan. Modal saya secara terperinci adalah sebagai berikut :

Laptop

Laptop merupakan modal bagi saya, karena memang laptop atau komputer merupakan media saya untuk menuling code-code pemrogaman dan mengimplementasikanya menjadi sebuah aplikasi. Saya sendiri mempunyai laptop ini sudah sejak agustus 2016. Laptop saya Asus TP201SA, memang bukan laptop yang sesuai untuk programer karena prosesor yang kurang baik. Jadi saya tidak menyarankan laptop ini. Sebagai softwarenya saya menggunakan Android Studio. Pada dasarnya banyak cara membuat aplikasi android tapi menurut saya Android Studio adalah yang terbaik, bukan karena kemudahan tetapi karena fleksibelitasnya. Untuk ujicoba saya menggunakan emulator android memu yang sudah disinkronkan dengan android studio.

Ilmu

Ilmu merupakan bukan modal pertama tetapi merupakan modal yang paling utama. Saya mendapat ilmu pemrogaman android secara otodidak tanpa ada ahli yang mengajari saya secara langsung, karena memang pendidikan saya bukan tentang IT. Ilmu yang saya dapatkan sebagian besar berasal dari situs-situs terkenal baik dalam negeri ataupun luar negeri. Untuk dalam negeri biasanya saya mengunjungui okedroid dan twoh, sedangkan untuk situs luar negeri saya biasanya mengunjungi situs tutsplus dan stackoverlow.

25$

Setelah membuat aplikasi tentu saja kita membutuhkan media untuk menyebarluaskan aplikasi buatan kita, dan jawabanya adalah play store. Tidak seperti Pasar App android lainnya, Google Play Store sangat luas dan sekitar 99% Android pasti terinstall google play store. Oleh karena itu tidak rugi jika kita harus mengeluarkan 25$ untuk dapat mengupload aplikasi. Hal ini memang terbukti dari play store saya mendapatkan sekitar 35.000 downloader dan sekitar 15.000 pengguna aktif.

Tahun 2017 menjadi awal bagi saya untuk membuat sebuah aplikasi android. Kenapa aplikasi android ?, Kenapa tidak blog saja ?, saya sadari bahwa setiap orang mempunyai minat dan bakat masing-masing, jujur saja saya tidak suka dengan menulis, saya lebih suka ke sesuatu yang sifatnya progamming. Sebenarnya saya sudah mulai menekuni dunia pemograman sejak SMP, waktu itu saya ingat betul mempelajari bahasa pemograman python di HP Symbian saya. Zaman dulu OS Android belum begitu populer dan Symbianlah yang paling nge trend waktu itu. Semenjak SMA saya sudah mempelajari bagaimana cara membuat aplikasi android, akan tetapi karena terbatasnya waktu jadi aplikasi android saya tidak pernah selesai. Dikarenakan motivasi saya untuk dapat mencari uang sendiri saya sangat tinggi, bahkan pada waktu itu saya berniat membuat usaha kecil-kecilan tetpai karena keterbatasan modal,biaya dan waktu, akhirnya saya urungkan niat tersebut.
Pada bulan juni 2017, saya putuskan untuk bersungguh-sungguh membuat aplikasi sebagai langkah saya mendapat sebuah penghasilan. Aplikasi pertama yang saya buat adalah Soal Matematika kelas 1 SD. Mungkin akan timbul pertanyaan “Kenapa harus aplikasi edukasi untuk SD?”, saya berfikiran bahwa dunia edukasi tidak akan pernah ada habisnya, setiap generasi pasti mengenyam pendidikan. Oleh karena itu saya memutuskan membuat aplikasi edukasi untuk SD. Selain itu setiap tahun tentu saja ada anak baru yang masuk SD dan tentu saja aplikasi saya bisa dipergunakan. Bulan Juni dan Juli adalah bulan yang melelahkan bagi saya karena saya berusaha keras menyelesaikan aplikasi tersebut. Saya tidur jam 2 malam, setiap ada kesempatan pasti saya gunakan untuk menulis database dan bahkan ketika teman-teman saya lebih ke arah hiburan ataupun bersenang-senang, saya hanya memilih untuk sendirian menyelesaikan aplikasi yang saya buat. Selain itu yang membuat saya terpukul adalah ketika beberapa aplikasi saya sudah saya upload di play store ternyata peminatnya masih sedikit dan penghasilan saya pada waktu itu, sebulan tidak cukup untuk makan satu kali. Akhirnya setelah berhasil menyelesaikan aplikasi sampai Soal kelas 6 SD, saya berfikiran untuk membuat aplikasi yang lebih banyak peminatnya. Pada pertengahan agustus saya memutuskan untuk membuat aplikasi Tes CPNS. Dari aplikasi tersebut saya sedikit memperoleh harapan karena dengan itu penghasilan saya meningkat drastis. Akhirnya sampai sekarang saya belum mampu membuat aplikasi baru. Mungkin yang dikatakan orang bahwa ketika kamu gagal, itu merupakan cambuk besar untuk membuatmu lebih baik lagi, dan ketika kamu nyaman itu adalah jebakan hidup untuk kegagalanmu.

Privacy Policy for Viral App
If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at freenesia.com.
At freenesia.com we consider the privacy of our visitors to be extremely important. This privacy policy document describes in detail the types of personal information is collected and recorded by freenesia.com and how we use it.
Log Files
Like many other Web sites, freenesia.com makes use of log files. These files merely logs visitors to the site – usually a standard procedure for hosting companies and a part of hosting services’s analytics. The information inside the log files includes internet protocol (IP) addresses, browser type, Internet Service Provider (ISP), date/time stamp, referring/exit pages, and possibly the number of clicks. This information is used to analyze trends, administer the site, track user’s movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.
Cookies and Web Beacons
freenesia.com does not use cookies.
DoubleClick DART Cookie
→ Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on freenesia.com.
→ Google’s use of the DART cookie enables it to serve ads to our site’s visitors based upon their visit to freenesia.com and other sites on the Internet.
→ Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL – http://www.google.com/privacy_ads.html
Our Advertising Partners
Some of our advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our advertising partners include …….
Google
While each of these advertising partners has their own Privacy Policy for their site, an updated and hyperlinked resource is maintained here: Privacy Policies.
You may consult this listing to find the privacy policy for each of the advertising partners of freenesia.com.
These third-party ad servers or ad networks use technology in their respective advertisements and links that appear on freenesia.com and which are sent directly to your browser. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies (such as cookies, JavaScript, or Web Beacons) may also be used by our site’s third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertising campaigns and/or to personalize the advertising content that you see on the site.
freenesia.com has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.
Third Party Privacy Policies
You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. freenesia.com’s privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites. You may find a comprehensive listing of these privacy policies and their links here: Privacy Policy Links.
If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers’ respective websites. What Are Cookies?
Children’s Information
We believe it is important to provide added protection for children online. We encourage parents and guardians to spend time online with their children to observe, participate in and/or monitor and guide their online activity. freenesia.com does not knowingly collect any personally identifiable information from children under the age of 13. If a parent or guardian believes that freenesia.com has in its database the personally-identifiable information of a child under the age of 13, please contact us immediately (using the contact in the first paragraph) and we will use our best efforts to promptly remove such information from our records.
Online Privacy Policy Only
This privacy policy applies only to our online activities and is valid for visitors to our website and regarding information shared and/or collected there. This policy does not apply to any information collected offline or via channels other than this website.