Kampus diamana saya sekarang menempuh pendidikan adalah kampus yang terdiri dari 7 kampus daerah yang letaknya diseluruh pulau di Indonesia. Kampus pusat kami terletak di Jawa Barat. Sekarang ini saya menempuh pendidikan di kampus Kalimantan. Pada awalnya kampus kalimantan mengadakan kompetisis debat di lingkungan kampus untuk mempersiapkan debat di kampus regional lain nantinya. Pada ajang debat itu saya dkk mendapat juara 2 dikalahkan oleh adik tingkat saya. Entah disitu karena kami kurang beruntung atau memang kami kalah dari segala aspek, kami menerima kenyataan tersebut.

Pada tanggal 9 Maret 2018 saya mendapat Informasi diadakan kompetisi debat di kampus Sulawesi, tentu saja kami mengajukan hal ini ke pimpinan, yang pada akhirnya tidak mendapat respon sama sekali. Setelah saya mencari informasi ternyata “katanya” tidak kampus reginal yang ikut dalam kompetisi debat tersebut. Dengan adanya informasi tersebut saya santai dan tidak menindaklanjuti mengenai kompetisi tersebut karena memang izin dan biaya yang besar. Pada tanggal 15 Maret 2018 saya bersama rekan-rekan lainya kaget karena ternyata setelah diumumkan peserta debat, hanya kampus kalimantan yang tidak mengikuti debat tersebut. Bahkan lucunya kampus Papua dan Sumatera yang notabenya lebih jauh ikut serta juga. Bukan karena saya ingin mengikuti debat tersebut, tapi lebih kepada kekecewaan saya karena kami satu-satunya kampus yang tidak ikut. Padahal disitu ada rektor yang merupakan pimpinan tertinggi dari seluruh kampus, selain itu dari peserta yang ada ternya banyak juga kampus lain yang ikut.

Lucunya ada kejadian aneh yang menyinggung saya oleh orang yang tidak “mengerti”. Ketika saya berdiskusi dengan teman saya ada yang bilang.
“kenapa? soal debat?” kata dia”
“sudahlah orang kemarin saja dengan adik tingkat kalah”
“Ngapain ngirim-ngirim jauh kesana”

Dalam hati saya ” bukan masalah saya , tapi bagaimana kampus kalimantan yang katanya mengedepankan akademik ternya tidak menghadiri kompetisi debat yang dihadiri oleh pimpinan tertinggi dan narasumber internasional”. Saya tidak pernah punya pikiran bahwa “saya harus berangkat untuk debat”, bahkan ketika bukan saya yang mewakili saya SANGAT TERIMA dengan keputusan tersebut. Masalh saya adalah ketika semua kampus ikut berpartisipasi, kenapa kampus kita tidak? tentu saja hal ini menjadi pertanyaan besar. Apakah tidak ada lagi mahasiswa yang mampu di kampus kalimantan ini? Apakah kita tidak berani bersaing? Apakah anda pecundang?

Jika ditanya modal pasti semuanya tergantung bagaimana kita mampu memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Besar kecilnya modal fisik tidak akan berpengaruh besar kepada hasilnya, tapi modal tekad adalah yang utama. Modal kecil dengan tekad yang bsar akan lebih baik daripada modal besar tanpa tekad. Jujur modal fisik yang saya keluarkan hanyalah 25$, karena memang semuanya hanya tergantung kesungguhan saya dalam membuat kesempatan menjadi keberhasilan. Modal saya secara terperinci adalah sebagai berikut :

Laptop

Laptop merupakan modal bagi saya, karena memang laptop atau komputer merupakan media saya untuk menuling code-code pemrogaman dan mengimplementasikanya menjadi sebuah aplikasi. Saya sendiri mempunyai laptop ini sudah sejak agustus 2016. Laptop saya Asus TP201SA, memang bukan laptop yang sesuai untuk programer karena prosesor yang kurang baik. Jadi saya tidak menyarankan laptop ini. Sebagai softwarenya saya menggunakan Android Studio. Pada dasarnya banyak cara membuat aplikasi android tapi menurut saya Android Studio adalah yang terbaik, bukan karena kemudahan tetapi karena fleksibelitasnya. Untuk ujicoba saya menggunakan emulator android memu yang sudah disinkronkan dengan android studio.

Ilmu

Ilmu merupakan bukan modal pertama tetapi merupakan modal yang paling utama. Saya mendapat ilmu pemrogaman android secara otodidak tanpa ada ahli yang mengajari saya secara langsung, karena memang pendidikan saya bukan tentang IT. Ilmu yang saya dapatkan sebagian besar berasal dari situs-situs terkenal baik dalam negeri ataupun luar negeri. Untuk dalam negeri biasanya saya mengunjungui okedroid dan twoh, sedangkan untuk situs luar negeri saya biasanya mengunjungi situs tutsplus dan stackoverlow.

25$

Setelah membuat aplikasi tentu saja kita membutuhkan media untuk menyebarluaskan aplikasi buatan kita, dan jawabanya adalah play store. Tidak seperti Pasar App android lainnya, Google Play Store sangat luas dan sekitar 99% Android pasti terinstall google play store. Oleh karena itu tidak rugi jika kita harus mengeluarkan 25$ untuk dapat mengupload aplikasi. Hal ini memang terbukti dari play store saya mendapatkan sekitar 35.000 downloader dan sekitar 15.000 pengguna aktif.

Tahun 2017 menjadi awal bagi saya untuk membuat sebuah aplikasi android. Kenapa aplikasi android ?, Kenapa tidak blog saja ?, saya sadari bahwa setiap orang mempunyai minat dan bakat masing-masing, jujur saja saya tidak suka dengan menulis, saya lebih suka ke sesuatu yang sifatnya progamming. Sebenarnya saya sudah mulai menekuni dunia pemograman sejak SMP, waktu itu saya ingat betul mempelajari bahasa pemograman python di HP Symbian saya. Zaman dulu OS Android belum begitu populer dan Symbianlah yang paling nge trend waktu itu. Semenjak SMA saya sudah mempelajari bagaimana cara membuat aplikasi android, akan tetapi karena terbatasnya waktu jadi aplikasi android saya tidak pernah selesai. Dikarenakan motivasi saya untuk dapat mencari uang sendiri saya sangat tinggi, bahkan pada waktu itu saya berniat membuat usaha kecil-kecilan tetpai karena keterbatasan modal,biaya dan waktu, akhirnya saya urungkan niat tersebut.
Pada bulan juni 2017, saya putuskan untuk bersungguh-sungguh membuat aplikasi sebagai langkah saya mendapat sebuah penghasilan. Aplikasi pertama yang saya buat adalah Soal Matematika kelas 1 SD. Mungkin akan timbul pertanyaan “Kenapa harus aplikasi edukasi untuk SD?”, saya berfikiran bahwa dunia edukasi tidak akan pernah ada habisnya, setiap generasi pasti mengenyam pendidikan. Oleh karena itu saya memutuskan membuat aplikasi edukasi untuk SD. Selain itu setiap tahun tentu saja ada anak baru yang masuk SD dan tentu saja aplikasi saya bisa dipergunakan. Bulan Juni dan Juli adalah bulan yang melelahkan bagi saya karena saya berusaha keras menyelesaikan aplikasi tersebut. Saya tidur jam 2 malam, setiap ada kesempatan pasti saya gunakan untuk menulis database dan bahkan ketika teman-teman saya lebih ke arah hiburan ataupun bersenang-senang, saya hanya memilih untuk sendirian menyelesaikan aplikasi yang saya buat. Selain itu yang membuat saya terpukul adalah ketika beberapa aplikasi saya sudah saya upload di play store ternyata peminatnya masih sedikit dan penghasilan saya pada waktu itu, sebulan tidak cukup untuk makan satu kali. Akhirnya setelah berhasil menyelesaikan aplikasi sampai Soal kelas 6 SD, saya berfikiran untuk membuat aplikasi yang lebih banyak peminatnya. Pada pertengahan agustus saya memutuskan untuk membuat aplikasi Tes CPNS. Dari aplikasi tersebut saya sedikit memperoleh harapan karena dengan itu penghasilan saya meningkat drastis. Akhirnya sampai sekarang saya belum mampu membuat aplikasi baru. Mungkin yang dikatakan orang bahwa ketika kamu gagal, itu merupakan cambuk besar untuk membuatmu lebih baik lagi, dan ketika kamu nyaman itu adalah jebakan hidup untuk kegagalanmu.

Privacy Policy for freenesia
If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at freenesia.com.
At freenesia.com we consider the privacy of our visitors to be extremely important. This privacy policy document describes in detail the types of personal information is collected and recorded by freenesia.com and how we use it.
Log Files
Like many other Web sites, freenesia.com makes use of log files. These files merely logs visitors to the site – usually a standard procedure for hosting companies and a part of hosting services’s analytics. The information inside the log files includes internet protocol (IP) addresses, browser type, Internet Service Provider (ISP), date/time stamp, referring/exit pages, and possibly the number of clicks. This information is used to analyze trends, administer the site, track user’s movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.
Cookies and Web Beacons
freenesia.com does not use cookies.
DoubleClick DART Cookie
→ Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on freenesia.com.
→ Google’s use of the DART cookie enables it to serve ads to our site’s visitors based upon their visit to freenesia.com and other sites on the Internet.
→ Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL – http://www.google.com/privacy_ads.html
Our Advertising Partners
Some of our advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our advertising partners include …….
Google
While each of these advertising partners has their own Privacy Policy for their site, an updated and hyperlinked resource is maintained here: Privacy Policies.
You may consult this listing to find the privacy policy for each of the advertising partners of freenesia.com.
These third-party ad servers or ad networks use technology in their respective advertisements and links that appear on freenesia.com and which are sent directly to your browser. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies (such as cookies, JavaScript, or Web Beacons) may also be used by our site’s third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertising campaigns and/or to personalize the advertising content that you see on the site.
freenesia.com has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.
Third Party Privacy Policies
You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. freenesia.com’s privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites. You may find a comprehensive listing of these privacy policies and their links here: Privacy Policy Links.
If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers’ respective websites. What Are Cookies?
Children’s Information
We believe it is important to provide added protection for children online. We encourage parents and guardians to spend time online with their children to observe, participate in and/or monitor and guide their online activity. freenesia.com does not knowingly collect any personally identifiable information from children under the age of 13. If a parent or guardian believes that freenesia.com has in its database the personally-identifiable information of a child under the age of 13, please contact us immediately (using the contact in the first paragraph) and we will use our best efforts to promptly remove such information from our records.
Online Privacy Policy Only
This privacy policy applies only to our online activities and is valid for visitors to our website and regarding information shared and/or collected there. This policy does not apply to any information collected offline or via channels other than this website.

Sekarang ini bnayak saya temukan dibermukakan makin menjarahnya jomblo ataupun yang maunya disebut “single”. Jomblo bukan merupakan sebuah kekurangan ataupun “kutukan”, bagi gw jomblo itu adalah taat agama, karena dalam agama gw Pacaran itu sebenarnya dilarang. Saya tidak berpihak buat kalian yang jomblo, karena gw takut malah dihina kalian yang punya pasangan. Saya juga tidak mau bilang kalau ge udah punya pasangan, karena takutnya dengan wajah gw ini kalian malah gak percaya.

Kenyataanya banyaknya jomblo di Indonesia, bukan karena sedikitnya perempuan. Perembuan Indonesia sangat banyak, bahkan lebih banyak daripada laki-laki. Tetapi dibalik semua itu kenapa perempuan yang masih muda sekarang malah nikah sama kakek tua. dan lucunya lagi para pria malah menikah dengan janda. Selain itu banyak remaja perempuan suka pada cowok korea jadi para cowok takut deketin karena tau bakal kalah saingan wajahnya.

Mulai dari pengertian keduanya, menurut gw adsense adalah fasilitas pengiklanan yang diberikan kepada google untuk developer website, situs ataupun video, perlu diketahui kalo anda sekalian mendapatkan video di youtube berisi iklan itu merupakan iklan dari adsense. Sedangakan Admob adalah pengiklanan yang diberikan teruntuk developer aplikasi baik android maupun iOS.

Jika diberikan pilihan Adsense atau Admob, gw sendiri lebih memilih admob karena sejujurnya gw lebih suka membuat aplikasi daripada membuat artikel. Jadi harap maklum aja kalo tulisan gw ini gak asik ataupun jelek, karena gw gak pintar membuat artikel. Gw suka membuat artikel android karena ya gw pengen buat aplikasi gw, dan ada ditantanganya (sok susah).

Secara umum gw menjawa jika lo pada suka editing video, merekam video, membuat artikel dan pengen eksis maka lebih baik lo pillih Adsense, karena jika lo pilih admob maka lo gak akan eksis, di aplikasi gw aja cuma ada nama dan No HP gw, gambar gw pun gak ada, makanya gw sekarang coba buat nulis, siapa tahu bisa eksis hehehe. dan jika lo suka coding pemograman, berkreasi dam gak eksis silahkan lo pilih admob.

Mungkin lo semuan bertanya-tanya kenapa namanya harus “Freenesia”. Jadi waktu itu sedang sengangnya menganalisis bagaimana freeport menambang habis tambang emas milik Indonesia, dan kita sebagai rakyat Indonesia malah tidak bisa merasakan melimpahnya emas tersebut. Freenesia berasal dari kata “Free” dan “Nesia”, “Free” berarti bebas dan “Nesia” merupakan bagian dari “Indonesia”, jadi “Freenesia” artinya adalah Kebebasan Indonesia. Mungkin ada ahli bahasa yang baca tulisan ini dan menemukan kesalahan silahkan saja salahin gw.

Gw dulu selalu berkeinginan kuat untuk mandiri. Selama sekolah ( Gw SMA ngekos) gw gak pernah minta orang tua, tiap kali gw butuh, gw nunggu orang tua ngasih uang. Tapi untungnya orang tua gw adalah orang tua terbaik yang pernah ada, jadi sebelum gw kekurangan mereka selalu ngasih uang duluan. Selama ini orang” mikir bahwa kerja itu harus keluar rumah, berkeringat, ke kantor dan lainya. Jadi gw memanfaatkan internet sebagai wahan mencari uang. Bukan karena gw malas, tetapi setelah lulus SMA gw diterima di “Kampus” yang tidak memungkinkan untuk terjun langsung ke lapangan. Setiap harinya gw berpikiran untuk dapat mendapatkan penghasilan secepat mungkin, biar gak tergantung sama orang tua terus. Dan pada akhirnya sama menemukan google, bukan perusahanya, tapi cara menggunakan google untuk mencari uang. Setelah itu gw akhirnya ngerti adsense dan admob. Adsense merupakan yang pertama kali gw pahami, tapi akhirnya saya sadar bahwa gw kurang begitu mantap dalam membuat blog ataupun website. Perlu lo semua ketahui gw sangat suka pada coding dan kecanggihan teknologi zaman sekarang, ya akhirnya gw lebih memilih untuk mempelajari membuat aplikasi android dan menerapkan admob. Karena selain gw suka coding, gw juga berfikiran bahwa di Indonesia masih sedikit developer Android. Jadi itu tadi merupakan alasan gw jadi “kayak gini”.