FREENESIA

KEBEBASAN UNTUK INDONESIA

(Semester 1- Tugas Perilaku Manusia)-Makalah Perilaku Manusia

5 min read

 

HAK ASASI MANUSIA

 

 

Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perilaku Manusia yang diampu Oleh :

Lidya Ameliana, S.Si., M.Farm., Apt.

 

 

Disusun Oleh :

Kelompok 3.2

  1. Dina Permatasari [172210101006]
  2. Arini Dwi Lestari [172210101016]
  3. Naura Bathari W [172210101062]
  4. Dinda Maharany [172210101072]
  5. Elian C Wahyu R [172210101125]
  6. Nurfarah A Bilqis [172210101134]

 

 

 

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS JEMBER

September, 2017

 

 

Rumusan Masalah

  1. Apa yang anda ketahui tentang HAM ?
  2. Bagaimana jika terjadi pelanggaran HAM ?

Tujuan

  1. Untuk mengetehui tentang HAM.
  2. Untuk mengetahui bagaimana jika terjadi pelanggaran HAM.

Pembahasan

  1. Hak Asasi Manusia adalah hak-hak yang dimiliki manusia semata-mata karena ia manusia. Umat manusia memilikinya bukan karena diberikan kepadanya oleh masyarakat atau berdasarkan hukum positif, melainkan semata-mata berdasarkan martabatnya sebagai manusia adanya. Dalam arti ini maka meskipun setiap orang terlahir dengan warna kulit, jenis kelamin, behasa, budaya dan kewarganegaarn yang berbeda-beda, ia tetap memiliki hak-hak tersebut. Inilah sifat universal dari hak-hak tersebut. Selain bersifat universal, hak-hak itu juga tidak dapat dicabut. Artinya seburuk apapun perlakuan yang dialami oleh seseorang atau betapapun bengisnya perlakuan seseorang, ia tidak akan berhenti menjadi manusia dan karena itu tetap memiliki hak-hak tersebut. Dengan kata lain, hak-hak itu melekat pada dirinya sebagai makhluk insani.

Fungsi HAM :

  1. Pertama, HAM adalah hak elementer dan fundamental tentang manusia, harkat dan martabatnya.

HAM tidak berbicara mengenai hak-hak seseorang ketika dia menjadi anggota atau bagian dari komunitas tertentu. Memang, melekatnya hak pada individu di satu sisi, jelas melahirkan kewajiban dan tanggung jawab pada komunitas di sisi yang lain. Ketika berbicara mengenai hak dasar yang melekat pada suatu kelompok, sekaligus berbicara mengenai kewajiban dan tanggung jawab pada kelompok yang lebih besar (supra komunitas). Namun, relasi demikian lebih banyak terkait dengan mekanisme formal pemenuhan, penegakan, dan penghormatan hak-hak dasar tersebut.

  1. Kedua, HAM merupakan alat peradaban/sarana sipilisasi (a civilizing tool).

Banyak contoh keberhasilan penggunaan isu HAM dalam memberikan pelajaran kepada negara-negara yang abai menjamin penegakan, pemenuhan, dan penghormatan kepada warganya.

Contoh paling dekat adalah Indonesia. Ketika berbagai kebiadaban pemerintahan Orde Baru berlangsung atas warganya, banyak kalangan termasuk Asing yang berpikir untuk memperbaiki keadaan di Indonesia

dengan menggunakan isu demokrasi. Namun, pemerintah Orde Baru dapat berkelit dengan mengatakan bahwa “kami negara yang demokratis”. Buktinya, proses elektoral selalu berlangsung secara reguler, partai politik hidup, kebebasan berorganisasi dijamin, pemuda berorganisasi, wartawan memiliki wadah organisasi, kelompok agamawan juga berhimpun dalam organisasi, buruh tergabung dalam assosiasi, dan seterusnya. Namun, Pemerintah tidak bisa mengelak dari tudingan pihak luar soal isu HAM. Secara faktual telah terjadi pembantaian atas satu jutaan lebih warga negara setelah “Revolusi Komunis” yang gagal pada tahun 1965. Pemerintah Orde Baru sulit berkelit atas terjadinya pembantaian sipil oleh tentara dalam Tragedi Tanjung Priok. Pemerintah tidak bisa menyangkal ketika Kasus Marsinah, Udin, dan sejenisnya lalu diangkat bukan sebagai isu demokrasi, akan tetapi sebagai isu HAM

  1. Ketiga, HAM merupakan nilai dasar peradaban global.

Pasca Perang Dunia II muncul semacam kesadaran kolektif masyarakat dunia bahwa tatanan dunia harus diubah agar lebih damai dan mendamaikan. Pengalaman korban perang yang mengerikan karena penggunaan berbagai produk teknologi persenjataan yang nir pertimbangan kemanusiaan mendorong komunitas internasional untuk melakukan pertobatan massal dan mengikatkan diri dalam komitmen global yang damai dengan nilai-nilai baru berbasis kemanusiaan. Komitmen masyarakat dunia tersebut diejawantahkan dalam bentuk Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Deklarasi tersebut didasarkan pada keyakinan penuh bahwa hak asasi manusia adalah nilai dasar yang menempatkan kemanusiaan melampaui berbagai pertimbangan apapun: politik, sosio-ekonomi, sosio-kultural, kedaulatan negara, dan sebagainya.

 

Pembagian Bidang, Jenis dan Macam Hak Asasi Manusia Dunia :

  1. Hak asasi pribadi / personal Right
  • Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian dan berpindah-pndah tempat
  • Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat
  • Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan
  • Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing.

Hak asasi politik / Political Right

  • Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan
  • Hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan
  • Hak membuat dan mendirikan parpol / partai politik dan organisasi politik lainnya
  • Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi

Hak azasi hukum / Legal Equality Right

  • Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan
  • Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil / pns
  • Hak mendapat layanan dan perlindungan hokum

Hak azasi Ekonomi / Property Rigths

  • Hak kebebasan melakukan kegiatan jual beli
  • Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak
  • Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa, hutang-piutang, dll
  • Hak kebebasan untuk memiliki susuatu
  • Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak

Hak Asasi Peradilan / Procedural Rights

  • Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan
  • Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan, penangkapan, penahanan dan penyelidikan di mata hukum.

Hak asasi sosial budaya / Social Culture Right

  • Hak menentukan, memilih dan mendapatkan Pendidikan
  • Hak mendapatkan pengajaran
  • Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat.

 

  1. Cara kita menyikapi jika terjadi pelanggaran HAM

Apabila terjadi pelanggaran HAM maka harus ada upaya pencegahannya. Berikut adalah upaya pencegahan HAM

  1. Upaya Pencegahan Pelanggaran HAM melalui Pemerintah :
  2. Menegakkan supremasi hukum dan demokrasi
  3. Pendekatan hukum dan pendekatan dialogis harus dikemukakan dalam rangka melibatkan yarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Para pejabat penegak hukum harus memenuhi kewajiban dengan memberikan pelayanan yang baik dan adil kepada masyarakat. Selain itu juga, harus mampu memberikan perlindungan pada tiap orang dari perbuatan melawan hukum, dan menghindari tindak kekerasan yang melawan hukum dalam rangka menegakkan hukum.
  4. Meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk mencegah terjadinya berbagai bentuk pelanggaran HAM
  5. Kualitas pelayanan publik yang baik akan membuat masyarakat menjadi nyaman. Tidak ada keluhan dan protes dari masyarakat menjadi tonggak upaya pencegahan pelanggaran HAM.
  6. Meningkatkan profesionalisme lembaga keamanan dan pertahanan negara
  7. Semakin profesional sebuah lembaga, semakin baik pula masyarakat untuk mempercayai lembaga tersebut. Demikian halnya dengan lembaga keamanan dan pertahanan negara, jika mampu meyakinkan masyarakat bahwa mereka itu profesional, maka pelanggaran HAM mungkin menjadi semakin berkurang.
  8. Meningkatkan penyebarluasan prinsip-prinsip HAM kepada masyarakat

Penyebarluasan prinsip HAM pada masyarakat dapat melalui lembaga pendidikan formal (sekolah/perguruan tinggi) ataupun lembaga pendidikan non-formal (kegiatan-kegiatan keagamaan dan kursus-kursus). Tujuan dari penyebarluasan ini tentunya agar masyrakat mengerti dan paham seberapa pentingnya HAM itu. Jika masyarakat mengerti, maka akan meringankan beban pemerintah dalam upaya penegakan HAM.Upaya ini sebaiknya dilakukan sedini mungkin, apabila masyarakat tahu lebih awal, maka pelanggaran HAM juga tidak akan terjadi di kemudian hari.

 

Upaya Pencegahan Pelanggaran HAM :

 

1.) Meningkatkan pengawasan dari masyarakat dan lembaga politik terhadap setiap upaya penegakan HAM yang dilakukan pemerintah Jika pemerintah melakukan upaya penegakan HAM, kita sebagai warga negara juga harus mengawasinya. Baik tidaknya kebijakan pemerintah juga harus kita awasi dengan seksama. Jika ada kebijakan dan tindakan yang tidak sesuai peraturan perundang-undangan atau merugikan berbagai pihak, kita dapat mengoreksi segala kebijakan pemerintah dan melaporkannya.

 

2.) Meningkatkan kerjasama yang harmonis antar kelompok dan golongan dalam masyarakat. Kerjasama ini diharapkan mampu menciptakan hubungan yang saling memahami dan menghormati keyakinan dan pendapat masing-masing.

 

3.) Mempelajari, memahami dan menerapkan pentingnya Hak Asasi Manusia dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga hal ini memang harus diterapkan di masyarakat agar segala bentuk pelanggaran dapat diminimalisir. Ketika seseorang mengetahui bahwa Ham itu sangat penting dan harus dilindungi serta dijunjung tinggi, maka pelanggaran HAM tidak akan ia lakukan.

 

4.) Menerapkan pentingnya HAM dalam kehidupan sehari-hari dapat dimulai dari perbuatan yang baikMisalnya saja, rajin membaca, bersikap jujur, tidak sombong, ramah, suka berpendapat dan sebagainya. Perbuatan-perbuatan baik jika dilakukan secara terus menerus juga dapat menjadi kebiasaan. Intinya kebiasaan baik juga ikut mempengaruhi upaya pencegahan pelanggaran HAM di negeri ini.

 

 

Daftar Pustaka :

Alston, Philip. 2008. Hukum Hak Asasi Manusia. Yogyakarta: PUSHAM UII

Halili. 2015. Hak Asasi Manusia : Dari Teori ke Pedagogi.

 

ANDA DAPAT MENDOWNLOAD FILE TUGAS INI MELALUI APLIKASI EDUKASI “PAKET PINTAR” BERBASIS ANDROID MELALUI LINK INI

PAKET PINTAR

 

ANDA JUGA DAPAT MENGETAHUI PENJELASAN TENTANG APLIKASI PAKET PINTAR MELALUI LINK DIBAWAH INI

Aplikasi Edukasi “PAKET PINTAR”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
error: Content is protected !!