FREENESIA

KEBEBASAN UNTUK INDONESIA

(Semester2-Tugas Anfisman) Makalah HUBUNGAN MEROKOK, ALKOHOL DAN KAFEIN TERHADAP TERJADINYA OSTEOPOROSIS

6 min read

 

 

 

HUBUNGAN MEROKOK, ALKOHOL DAN KAFEINTERHADAP TERJADINYA OSTEOPOROSIS

“ Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Anatomi Fisiologi Manusia”

Dosen Pembimbing : Ema Rachmawati

Disusun Oleh :

Tazkiyatul Fithriyah (172210101014)

Alifa Prihatiningsih (172210101077)

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS JEMBER

2018

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  • Latar Belakang

Osteoporosis adalah salah satu masalah kesehatan di dunia. Pada orang yang menderita penyakit ini, tulang menjadi tipis dan rapuh yang pada akhirnya bisa menyebabkan patah. Penyakit ini ditandai hilangnya masa tulang, sehingga tulang menjadi mudah patah dan tidak tahan tekanan dan benturan (Hartono, 2001).

Menurut WHO (2012), osteoporosis menduduki peringkat kedua di bawah penyakit jantung sebagai masalah kesehatan utama dunia. Menurut data Internasional Osteoporosis Foundation (IOF), lebih dari 30% wanita diseluruh dunia mengalami resiko patah tulang akibat osteoporosis, bahkan mendekati 40%. Sedangkan pada pria, resikonya berada pada angka 13%. Angka kejadian patah tulang (fraktur) akibat osteoporosis diseluruh dunia mencapai angka 1,7 juta orang dan diperkirakan angka ini akan terus meningkat hingga mencapai 6,3 juta orang pada tahun 2050. Penderita osteoporosis di Eropa, Jepang, dan Amerika adalah sebanyak 75 juta penduduk, sedangkan di Cina 84 juta penduduk, dan ada 200 juta penderita osteoporosis diseluruh dunia (Purwoastuti, 2009).

Osteoporosis dapat dicegah sejak dini dengan membudidayakan perilaku hidup sehat. Perilaku yang perlu ditetapkan adalah seperti mengkonsumsi makanan bergizi seimbang yang memenuhi kebutuhan nutrisis dengan unsur kaya serat, rendah lemak dan kaya kalsium (1000 1200 mg kalsium per hari), berolahraga secara teratur, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, dan tidak mengkonsumsi kopi secara berlebihan (Depkes, 2006).

Pada makalah ini akan dibahas hubungan merokok, alcohol dan kafein terhadap osteoporosis.

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN TENTANG MEROKOK TERHADAP OSTEOPOROSIS

Hubungan merokok dengan terjadinya osteoporosis sudah dikenal sejak beberapa dekade yang lalu dimana perilaku merokok secara langsung dapat mengurangi kepadatan tulang.sama pada sel tubuh lainnya, sel tulang memerlukan aliran darah yang terbebas dari racun agar tetap dapat tumbuh dan beregenerasi secara optimal. Racun yang masuk ke dalam tubuh ketika merokok akan secara perlahan merusak berbagai sel tubuh, tak terkecuali sel tulang. Sel tulang yang rusak menyebabkan kepadatan tulang rapuh dan mudah keropos.

Merokok juga menyebabkan kerusakan tulang secara tidak langsung. Dalam beberapa kasus, merokok menurunkan kemampuan seseorang untuk beraktivitas fisik sehingga memicu gaya hidup yang tidak sehat lainnya, seperti mengonsumsi alkohol. Bahaya rokok juga melemahkan daya tahan tubuh perokok pada umumnya sehingga mereka memiliki pola konsumsi dan penyerapan nutrisi yang kurang sehat. Khususnya pada perempuan, merokok meningkatkan risiko menopause dini, yang merupakan faktor penting dalam terjadinya osteoporosis.

Kandungan rokok, nikotin dan berbagai zat racun lainnya, memicu perubahan dan kerusakan tulang dalam beberapa cara, di antaranya:

  1. Merokok memengaruhi kemampuan untuk mengalirkan darah yang mengandung nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh, termasuk jaringan tulang.
  2. Merokok meningkatkan hormon kortisol dalam darah, sehingga mempercepat proses pelepasan sel tulang (osteoklast)
  3. Efek racun dari rokok memperlambat pembentukan sel tulang yang baru (osteoblast) dengan menghambat kerja hormon calcitonin sehingga sel tulang yang sehat menjadi lebih sedikit.
  4. Nikotin dalam darah juga cenderung bersifat racun terhadap osteoblast.
  5. Efek merokok juga menghambat proses penyerapan nutrisi dalam usus, khususnya vitamin D dan kalsium yang dibutuhkan oleh jaringan tulang.
  6. Racun dari rokok juga menurunkan kadar estrogen baik pada laki-laki maupun perempuan, hormon reproduksi tersebut diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang.

Dampak merokok terhadap tulang merupakan kerusakan jangka panjang

Kerusakan tulang akibat rokok merupakan proses jangka panjang, sehingga semakin muda usia seseorang pertama kali merokok maka semakin besar mengalami osteoporosis di masa tua. Saat usia anak-anak hingga usia 30 tahun merupakan masa dimana tubuh menyimpan nutrisi untuk membangun kepadatan tulang. Ketika individu merokok pada masa tersebut maka kemampuan tubuh untuk menyimpan nutrisi akan berkurang sehingga mereka yang merokok akan memiliki masa tulang yang lebih rendah saat dewasa. Kepadatan kandungan mineral pada tulang individu perokok dilaporkan lebih rendah 15-30% dibandingkan orang-orang yang tidak merokok.

Setelah usia 30 tahun maka massa tulang akan menurun dengan sendirinya secara perlahan, dan proses regenerasinya pun ikut melambat. Pada masa ini, kepadatan tulang yang hilang tidak akan bisa kembali. Dengan ditambah kebiasaan merokok, maka proses penurunan kepadatan tulang bisa terjadi bahkan lebih cepat lagi sehinga berkembang menjadi osteopenia, yang merupakan gejala awal osteoporosis.

Efek jangka panjang dari bahaya rokok terhadap kesehatan tulang juga tidak terbatas pada individu yang menghisap rokok saja namun juga orang lain yang menghirup atau terpapar asap rokok. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar racun terdapat pada asap rokok yang dapat terhirup dan diserap sehingga menimbulkan efek kerusakan yang sama pada tubuh dan tulang orang-orang di sekitar perokok

 

Pencegahan merokok terhadap kerusakan tulang

Berhenti merokok merupakan cara pertama dan terpenting untuk meminimalisir efek racun dari rokok terhadap tulang. Lakukan upaya berhenti merokok dengan matang dan mengganti kebiasaan merokok pada waktu-waktu tertentu dengan kebiasaan lain hal tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko relaps dari perilaku merokok. Pada usia berapapun, berhenti merokok dapat mencegah proses kerusakan tulang yang akan mengeliminasi salah satu faktor risiko Anda dari osteoporosis.

Selain berhenti merokok, perubahan gaya hidup untuk menjaga kesehatan tulang juga perlu dilakukan dengan cara:

  1. Berhenti konsumsi alkohol untuk mengurangi efek malabsorbsi kalsium dan vitamin
  2. Mengonsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D seperti sayuran hijau, produk olahan susu dan makanan fortifikasi
  3. Memulai olahraga rutin yang bias mencegah kekuatan tulang, seperti angkat beban
  4. Menggunakan obat resep untuk mengelola osteoporosis jika diperlukan. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN TENTANG ALKOHOL TERHADAP OSTEOPOROSIS

 

Kebiasaan minum alkohol dalam jumlah besar berisiko terhadap kesehatan karena berbagai alasan, termasuk efeknya pada tulang. Penelitian menunjukkan bahwa pengkonsumsi berat alkohol, terutama selama masa dewasa remaja dan muda dapat mempengaruhi kesehatan tulang secara dramatis dan meningkatkan risiko osteoporosis di kemudian hari.

Hal ini terjadi karena alkohol dapat meningkatkan kadar PTH (hormon paratiroid). PTH adalah suatu regulator penting dari kalsium tubuh dan tingkat phosophoros. Jika seseorang minum alkohol dalam jumlah banyak, tingkat PTH mereka dapat tetap tinggi. Hal ini menyebabkan tekanan pada cadangan kalsium tubuh. Karena tulang Anda adalah cadangan kalsium utama, minum alkohol dapat menyebabkan Anda kehilangan kalsium dari tulang.

Hubungan alkohol terhadap osteoporosis

  1. Minum alkohol dapat menguras cadangan kalsium Anda.

Hal ini terjadi karena alkohol dapat meningkatkan kadar PTH Anda (hormon paratiroid). PTH adalah suatu regulator penting dari kalsium tubuh dan tingkat phosophoros.
Jika seseorang minum alkohol dalam jumlah banyak, tingkat PTH mereka dapat tetap tinggi. Hal ini menyebabkan tekanan pada cadangan kalsium tubuh. Karena tulang Anda adalah cadangan kalsium utama, minum alkohol dapat menyebabkan Anda kehilangan kalsium dari tulang.

  1. Minuman beralkohol dapat mencegah tubuh anda menyerap kalsium dari makanan.

Alkohol mengganggu enzim hati yang diperlukan untuk mengubah bentuk tidak aktif dari vitamin D menjadi bentuk aktif. Tanpa cukup vitamin D aktif, tubuh tidak dapat menyerap kalsium dari saluran pencernaan Anda.

  1. Minum alkohol secara berlebihan sering merusak pankreas.

Pankreas merupakan sumber dari beberapa enzim yang membantu Anda mencerna makanan dan menyerap vitamin D, kalsium dan nutrisi lainnya. Jadi minum alkohol secara berlebihan dapat mencegah Anda mendapatkan kalsium dari makanan Anda. Hal tersebut membuat tulang menjadi lebih lemah.

  1. Minuman beralkohol meningkatkan kadar Kortisol Anda.

Kortisol, yang merupakan hormon stres, mengurangi kerja osteoblas sehingga mengurangi tulang yang terbentuk. Hal ini juga meningkatkan kerja osteoklas sehingga tulang lebih banyak diserap (dihancurkan). Aksi ganda penurunan pembentukan tulang dan peningkatan penyerapan tulang akan mengurangi kepadatan tulang Anda secara keseluruhan. Jadi, efek alkohol pada kortisol membuat tulang menjadi lemah.

  1. Minuman beralkohol meracuni osteoblas dan menstimulasi osteoklas secara bersamaan.

Ini adalah keterkaitan yang serius karena ini berarti tulang baru lebih sedikit yang terbentuk sedangkan pada saat yang sama semakin banyak tulang yang diserap.

  1. Minuman beralkohol sering memiliki efek negatif terhadap hormon Anda.

Pada pria, minum alkohol secara berlebihan mengurangi testosteron. Karena testosteron diperlukan agar osteoblas dapat bekerja, berarti lebih sedikit tulang yang terbentuk. Pada wanita, minum alkohol secara berlebihan dapat mengganggu siklus menstruasi mereka. Menstruasi yang tidak teratur menyebabkan kehilangan tulang.

  1. Kurang gizi adalah hal yang umum terjadi bagi mereka yang minum lebih dari 2 atau 3 minuman beralkohol sehari.

Mereka sering menghindari sayuran, salad dan buah dan lebih memilih makanan cepat saji atau diet protein tinggi. Hal ini biasanya menyebabkan rendahnya tingkat kalsium serta masalah kesehatan lainnya.

Hal-hal di atas adalah faktor negatif yang utama dalam kaitannya antara alkohol dan Osteoporosis. Dalam sebuah studi penelitian, Nelson dan Wernick melaporkan bahwa perempuan yang minum lebih dari tujuh minuman beralkohol seminggu menunjukkan peningkatan patah tulang dan kepadatan tulang yang rendah.

ANDA DAPAT MENDOWNLOAD FILE TUGAS INI MELALUI APLIKASI EDUKASI “PAKET PINTAR” BERBASIS ANDROID MELALUI LINK INI

PAKET PINTAR

 

ANDA JUGA DAPAT MENGETAHUI PENJELASAN TENTANG APLIKASI PAKET PINTAR MELALUI LINK DIBAWAH INI

Aplikasi Edukasi “PAKET PINTAR”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
error: Content is protected !!