Waktu itu tahun 2015 saya pergi ke Surabya dari Trenggalek untuk melakukan pendaftaran di PTS di sana. Pada waktu itu saya sudah melaksanakan Ujian Nasional sehingga hanya perlu memikirkan bagaimana untuk meneruskan pendidikan saya. Bukan hanya untuk keperluan itu saja, saya punya keinginan untuk sedikit berlibur di Surabaya.

Waktu itu saya berpamitan kepada kedua orang tua dengan maksud sedemikian rupa. tentu saja orang tua saya mengizinkan mengingat hal itu memang yang dikehendaki kedua orang tua saya. Sebelum berangkat Ayah saya berpesan bahwa “Nang nanti naik bus Trenggalek ke Surabaya yang patas ya”. FYI, patas itu artinya kelas yang lebih tinggi daripada ekonomi, yang artinya lebih mahal juga. Sesampainya perjalanan dari kecamatan saya ke kecamatan kota (Trenggalek), saya langsung berniat langsung naik bus untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Pada waktu itu saya pikir-pikir kalau saya naik bus ekonomi uang saya akan lebih hemat dan bisa digunakan untuk keperluan lainnya di Surabaya nantinya. Pada waktu itu saya lebih berfikir untuk memakai uang sisanya untuk tambahan hidup berfoya-foya disana wkwkwkkwkwkwk. Dalam hal ini “berfoya-foya” yang saya maksudkan adalah yang biasa, karena pada waktu itu nongkrong di cafe itu udah foya-foya hehehehhe. Akhirnya saya putuskan naik bus ekonomi. Ketika dalam perjalanan, saya langsung beli karcis langsung ke Surabaya. Pada tengah perjalanan tepatnya sampai kediri ternyata ada hal yang tidak terduga, kampas kopling busnya habis dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. Pada waktu itu kondekturnya menyarankan untuk menunggu bus ekonomi selanjutnya dan tidak dikenakan biaya tambahan, tapi karena saya malas saya memilih langsung naik bus yang ada saja, dan ternyata bus yang langsung ada adalah bus patas. Akhirnya saya naik bus tersebut dan membayar lagi. Kalau dihitung-hitung sih saya rugi, saat itu saya teringat pesan Ayah saya untuk naik bus patas, harusnya saya nurut pesan Ayah saya.

Sejak kejadian itu saya berfikir bahwa kita harus nurut pesan kedua orang tua. Bahkan saya berpandangan bahwa setiap kata yang dikatakan orang tua adalah benar, jikalaupun salah, maka kenyataanya yang akan berubah membenarkan pesan orang tua.